"Dagangan Jarang Laku dan Belum Makan hingga Sore, Bapak Penjual Bubur Ini sampai Nangis"

    


Kehidupan bisa terasa amat berat bagi sebagian orang. Panas-panasan di jalan dan kalau capek hanya bisa tidur di lantai emperan toko atau bahkan tiduran di lapangan seperti seorang bapak penjual bubur berikut ini.





Beliau adalah Bapak Misbah yang berusia 65 tahun asal Cianjur. Sehari-harinya beliau berjualan es bubur sumsum yang dijual dengan harga 5 ribu rupiah saja per porsinya.


Kisah beliau ini dibagikan oleh pemilik akun Instagram @f.anandaputri yang tak sengaja bertemu dengan beliau.


Biasanya, beliau jualan di sekitaran Leuwinanggung, Depok, Jawa Barat. @f.anandaputri bertemu dengan beliau di lapangan bola Leuwinanggung.


Beliau sedang melamun seperti sedang banyak pikiran. Bahkan, beliau sampai ketiduran di lapangan karena menunggu pembeli.


Lalu, saat ditanya apa beliau sudah makan, ternyata beliau belum makan dari pagi sampai sore begini.


Dagangannya tak terlalu laku bahkan sering tak habis. Padahal, beliau memiliki banyak tanggungan.


Bapak Misbah sendiri sebenarnya juga sakit diabetes dan asam urat yang perlu diobati.


Selain itu, di rumah juga ada mertua, istri dan dua anak yang masih sekolah yang harus dinafkahi. Beliau menceritakan semua ini sambil menangis tersedu-sedu.


Keinginan beliau sebenarnya amatlah sederhana. Beliau ingin mengganti gerobaknya tetapi karena masih terkendala uang, hal itu pun tak bisa terwujud.


Mari yang berada di daerah sekitar sana bantu lariskan dagangan beliau. Semoga beliau sehat selalu dan diberikan rezeki yang melimpah.



sumber : diadona.id


10 Dosa Suami kepada Istri yang Membuatnya Dibakar Allah di Neraka

  

Jangan hanya menuntut istri jadi baik…


Suami pun harus memenuhi kewajibannya kepada istri. Banyak hal yang luput dari pandangan suami, karena merasa jika sudah menafkahi keluarga, artinya kewajibannya telah terpenuhi. Padahal ada kewajiban lainnya yang penting tapi diabaikan.


Hal yang paling ringan adalah menunjuk kesalahan orang lain. Namun, kita sering lupa terhadap kesalahan yang dilakukan oleh diri sendiri. Kita sering menuntut hak dari orang lain, tapi abai dengan kewajiban sendiri. Termasuk juga sebagai seorang suami.


Maka, hanya suami yang berani dan bertanggungjawab sajalah yang bersedia melakukan introspeksi dengan melihat 10 dosa yang paling banyak dilakukan oleh suami terhadap isteri, adakah ada yang pernah atau sedang kita lakukan?


1. Tidak mengajar ilmu agama pada isteri

Suami yang ahli dalam pekerjaannya, tidak pelit memberikan uang belanja, dan memenuhi berbagai kebutuhan istri mungkin banyak. Namun berapa banyak suami yang mengajarkan ilmu agama pada isteri dan anak-anaknya?


Padahal hal itu sudah menjadi kewajiban suami. Yakni wajib untuk memelihara diri dan keluarga yang dipimpinnya dari pedihnya azab kubur dan siksa neraka.


“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu & keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia & batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras & tidak mendurhakai Allah terhadap apa yg di perintahkan-Nya kepada mereka & selalu mengerjakan apa yang diperintakan,” (QS. At-Tahrim:6).


2. Tidak cemburu dengan isteri

Cemburu yang pada kadarnya bisa menjadi tanda cinta. Sehingga jika suami tidak pernah merasa cemburu dengan istri bisa dipertanyakan rasa cintanya. Apalagi jika isteri jalan-jalan ke luar rumah, ke sana-ke mari dengan lelaki lain, membuka auratnya ke mana-mana tapi suami tidak merasa cemburu.


Ini adalah salah satu kesalahan besar yang dilakukan oleh suami.


“Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat yaitu seseorang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai lelaki dan ad-Dayyuts,” (H.R. An-Nasa’i dinilai ‘hasan’ oleh syeikh Albani, lihat ash-Shahihah : 674).


Dan ad-Dayyuts (dayus) adalah lelaki yang tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarga atau isterinya.


3. Tidak memberi nafkah pada istri

Sudah banyak contoh para suami yang tidak memberikan nafkah sama sekali kepada istrinya. Hal ini merupakan dosa besar bagi seorang suami.


Sebab memberikan nafkah adalah tanggung jawab utama bagi seorang suami. Bayangkan saja jika seorang wanita yang telah rela meninggalkan kedua orang tuanya untuk hidup mengabdi pada suami, bahkan rela mengandung anak dan melahirkannya untuk si suami, namun diabaikan dan tak diperhatikan.


Hal ini sebagaimana hadist Rasulullah yang berbunyi:


”Rasulullah bersabda, seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya,” (HR.Abu Dawud no.1442 CD, Muslim, Ahmad, dan Thabarani).


4. Membiarkan istri menafkahi suami dan memimpin suami

Ada suami yang hidup dengan ditanggung isterinya yang bekerja siang-malam. Padahal si suami tidak punya alasan atau udzur syar’i yang membolehkannya untuk tidak bekerja.


Hal ini sama saja dengan tidak menunaikan kewajibannya kepada istri. Selain itu, suami diberikan kedudukan oleh Allah sebagai pemimpin keluarga, sebagaimana firman Allah yang berbunyi:


“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Hal ini karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An-Nisa’ [4]: 34)


5. Membenci istri

Istri adalah partner hidup seorang suami. Dengannya suami akan mengarungi perjalanan hidup yang panjang. Jika suami membenci istrinya, bukan tak mungkin mereka akan menghadapi kegagalan.


Karena teman hidupnya tak lagi mendapatkan kepercayaan. Sehingga akan merusaak hubungan itu sendiri.


Rasulullah telah mengingatkan kepada suami untuk tak membenci istrinya, apalagi jika istri adalah seorang yang beriman, sebagaimana bunyi hadist berikut:


“Janganlah seorang suami yang beriman membenci isterinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya,” (H.R. Muslim).


6. Enggan membantu isteri melakukan kerja rumah

Tidak sedikit suami yang enggan membantu pekerjaan kerja rumah, karena merasa sudah lelah dan bekerja. Selain itu, biasanya mereka berpandangan bahwa istri-lah yang menanggung beban pekerjaan rumah.


Padahal Rasulullah memberi teladan dengan giat membantu isterinya dalam persoalan rumah sekalipun.


“Beliau (Rasulullah) membantu pekerjaan isterinya & jika datang waktu solat, maka beliau pun keluar untuk solat,” (H.R. Bukhari).


7. Menyebarkan aib isteri terutama tentang hubungan jimak

Terkadang dalam berjima, suami ada ketidakpuasan atau tidak cocok dengan istri. Ataupun bisa juga suami membeberkan tentang kondisi sang istri saat berhubungan kepada orang lain. Maka jika mengalami dan menemui hal itu, jangan sekali-kali membicarakannya dengan orang lain.


“Sesungguhnya di antara orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yang menggauli isterinya & isterinya menggaulinya kemudian dia menyebarkan rahasia-rahsia isterinya,” (H.R. Muslim).


8. Berpoligami tanpa mengindahkan aturan dan ketentuan syariat


Syarat penting bagi suami jika ingin melakukan poligami adalah bersikap adil terhadap setiap istrinya. Bahkan Allah SWT memperingatkan kepada suami, jika memang takut tak bisa berlaku adil maka cukup nikahi seorang saja.


“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinlah) seorang saja,” (Q.S An-Nisa: 3).


9. Ringan tangan kepada istri

Ringan tangan yang dimaksud adalah mudah memukul dan menyakiti fisik istri. Jika ada perselisihan seringkali menyelesaikannya dengan kekerasan. Hal ini sangat dibenci oleh Allah SWT.


“Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya…” (H.R. Ibnu Majah disahihkan oleh Syeikh Albani).


10. Bersikap baik pada orang lain, tapi bersikap buruk pada istri

Jika dengan istri gampang mengeluarkan kata-kata kasar dan memukul. Sedangkan kepada orang lain sangat menghargai, berucap dengan kata-kata lembut dan perhatian.


Hal itu bertentangan dengan hadist berikut ini:


“Mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik–baik kalian adalah yang paling baik tehadap isteri-isterinya,” (H.R. at-Tirmidzi, disahihkan oleh Syeikh Albani).

Bukan Pelet, Cukup Baca Ayat Al Quran ini agar Selalu Disayang Pasangan

  

Harus pilih-pilih


Muslimah, jangan sampai salah pilih calon suami. Sebab suami adalah pemimpin keluarga yang akan membimbing dan memimpin keluargamu. Hindari lelaki seperti ini…


Sudah menjadi fitrahnya, bahwa manusia memiliki rasa ketertarikan dengan lawan jenis sebagai sebuah fitrah. Dari ketertarikan itu muncullah keinginan untuk hidup bersama dalam sebuah rumah tangga.


Namun untuk memasuki bahtera rumah tangga tersebut keduanya harus melewati pernikahan.


Pernikahan adalah suatu masa yang sangat sakral dan harus dijalani dengan kemantaban hati. Tidak boleh asal dan sekedar karena ingin punya pasangan hidup.


Mari kita simak firman Allah dalam Al Qur’an:


“Di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Allah menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, serta Allah jadikan rasa kasih dan sayang di antaramu. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir,” ( QS.Ar-Rum: 21).


Meski jodoh atau pasangan hidup itu sudah ditentukan oleh Allah, namun kita sebagai manusia juga harus mengupayakan untuk menjemput jodohnya.


Mempunyai pasangan hidup yang ideal sesuai dengan kriteria yang kita tetapkan atau impikan tentu bukan perkara mudah, sebab setiap orang pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan masing. Tidak ada seorangpun manusia yang sempurna di dunia ini.


Secara khusus ada ketentuan pokok yang harus dipenuhi jika ingin memilih pasangan hidup yakni ia yang beragama Islam.


Hal ini sesuai dengan perintahnya:


“Jangan kamu nikahi perempuan musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya, hamba sahaya perempuan beriman lebih baik daripada perempuan musyrik yang me-narik hatimu. Jangan pula kamu nikahkan laki-laki musyrik dengan perempuan yang beriman sebelum mereka beriman. Sesungguhnya, hamba sahaya laki-laki beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik yang menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajakmu ke surga dan memberi ampunan dengan izin-Nya. Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran,“ (QS.Al Baqarah: 221).


Tetapi tak hanya itu ya syaratnya, bagi muslimah perlu menambahkan syarat lainnya. Dan perlu hati-hati atau tegas menolaknya, jika ada laki-laki yang melamarmu dan tahu bahwa laki-laki itu memiliki sifat buruk ini:


1. Berani Meninggalkan Shalat


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perjanjian kami dengan mereka adalah shalat. Orang yang meninggalkannya, berarti dia telah kafir,” (HR. At-Tirmidzi).


Sekedar tahu bahwa ia beragama Islam dari KTP nya tentu saja tak cukup. Kita juga harus tahu bagaimana dengan ibadahnya seperti shalatnya, puasanya dan lainnya.


Laki-laki yang berani meninggalkan shalat, berarti telah berani mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, apalagi jika mendapatkan perintah dari manusia. Maka pasti bisa dengan mudah melalaikannya.


Padahal ketika menikah, suami memiliki amanah dan tanggung jawab pada keluarganya. Jika shalat saja berani untuk ditinggalkan bagaimana dengan tugasnya sebagai kepala keluarga?


2. Sering Melakukan Perbuatan Dosa


Dalam Islam ada beberapa perbuatan yang tergolong dosa besar diantaranya ialah, mabuk, berzina, membunuh orang , berjudi dan sebagainya.


Jika kita tahu dari sumber yang dapat dipercaya bahwa calon suami tersebut masih sering melakukan dosa besar maka jangan dipilih menjadi pendamping hidup. Misalnya dia tukang berzina dan pembabuk.


“Pezina laki-laki tidak boleh menikah, kecuali dengan pezina perempuan atau dengan perempuan musyrik. Pezina perempuan tidak boleh menikah, kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik. Hal itu diharamkan bagi orang-orang mukmin,” (QS.An-Nur: 3).


Hidup bersama suami yang biasa melakukan dosa besar sama dengan hidup di dalam kemurkaan Allah. Jangan sampai dalam pernikahan, bukannya mendapatkan berkah tapi justru mendapat murka Allah.


3. Dayyuts


Dayyuts adalah lelaki yang tidak memiliki rasa cemburu kepada istri sama sekali. Sehingga ia membiarkan anak-istrinya terjerumus dalam maksiat.


Terhadap lelaki yang dayyuts ini, Rasulullah SAW bersabda:


“Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka di hari kiamat,orang yang durhaka kepada ibu bapaknya, perempuan yang menyerupai lelaki dan laki-laki dayyuts,” (HR. Ahmad An-Nasai).


4. Sombong dan Senang Membanggakan Diri


Laki-laki yang bersifat sombong seperti ini tidak mengenal perasaan cinta. Dia hanya mencintai diri sendiri dan membanggakan dirinya sendiri secara berlebihan.


Jika dia menikah, dia tidak menikah karena cinta, tapi karena nafsunya menginginkan wanita itu. Dan mungkin saja hanya menjadikan istri sebagai kepemilikan dan untuk dipamerkan semata.


Sikapnya tersebut juga ditunjukkan dengan merendahkan istrinya saat istrinya salah. Memilih calon suami yang hanya karena kaya dan mapan, maka bisa jadi dia mengukur segalanya dengan materi semata.


5. Durhaka kepada Orang Tua


Berbakti kepada orang tua adalah perintah Allah. Jika ada pria yang tak hormat dengan orang tuanya, sebenarnya bisa disebut ia menderita sakit dan harus segera disembuhkan.


Jika dia tidak berbakti kepada orangtua, tidak menuruti perintah mereka, padahal mereka adalah orang yang merawat dan membimbingnya sejak kecil.


Apakah kamu percaya dia akan memperlakukanmu dengan baik, jika orang tuanya tak diperlakukan dengan baik?


6. Kikir


Orang yang kikir tidak dapat membahagiakan dirinya ataupun orang lain kecuali setelah dia mati.


Karena ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita bersifat kikir, beliau bersabda,


“…Dan hindarilah sifat kikir, karena kekikiran telah menghancurkan orang-orang sebelum kamu, membuat mereka saling bunuh dan melanggar kehormatan orang lain,” (HR. Muslim).


Untuk itu wahai muslimah, hendaklah berhati-hati dalam menjatuhkan pilihan kepada calon suami. Jangan sampai salah pilih, karena setelah pernikahan, suami adalah pemimpinmu.


Maukah kamu dipimpin orang yang tidak baik? Tentu tidak inginkan. Untuk itu, hendaklah pilih dengan cermat dan senantiasa melibatkan Allah dengan doa dan munajat agar diberi pasangan yang saleh.

Doa Ibu Awak Kapal Selam Yang Hilang KRI Nanggala-402: Saya Yakin Pandu Akan Kembali dengan Selamat



 Keluarga masih berharap Serda Ede Pandu Yudha Kusuma, salah seorang awak kapal selam TNI-AL KRI Nanggala-402 bisa pulang ke rumah dengan selamat. Doa itu dipanjatkan, Yayak Dwi Ernawati (46), mertua dari Serda Pandu. Dia masih meyakini jika menantunya itu akan ditemukan selamat dan pulang ke rumah.


“Saya sangat yakin Pandu akan kembali dengan selamat,” tutur Yayak dikutip Antara, Jumat (23/4/2021). Yayak mendapatkan informasi mengenai hilangnya kontak kapal selam Nanggala-402 yang di dalamnya juga ada Serda Pandu, setelah berbuka puasa pada Rabu (21/4/2021). Dia memperoleh informasi hilangnya kontak Nanggala-402 di perairan utara Laut Bali dari teman-temannya.


“Memang sampai sekarang kami belum dapat informasi secara utuh dari Lanal Banyuwangi, rencananya malam ini atau besok kami ke sana (Lanal),” ujarnya.Menurut Yayak, Serda Pandu belum genap dua bulan menikahi putrinya, Mega Dian Pratiwi. Beberapa hari setelah menikah, Pandu pamit kepada istri dan keluarga untuk latihan militer.




“Setelah menikah, sekitar tiga hari kemudian langsung berangkat ke Surabaya, dan pada hari Senin (18/4/2021) menghubungi kami menyampaikan akan mengikuti latihan militer,” tegas dia.


Diketahu, kapal selam KRI Nanggala-402 dikabarkan hilang kontak sejak Rabu (21/4) pagi di perairan utara Laut Bali. TNI telah mengerahkan lima KRI dan satu helikopter yang melakukan operasi pencarian dengan kekuatan yang lebih dari 400 personel dalam proses pencarian.


Sumber Artikel: indozone.id

Jamal Mirdad: Naysila Mirdad Bakal Menikah dan Jadi Mualaf


Di usia 60 tahun, penyanyi Jamal Mirdad masih memiliki satu impian yang belum terwujud. Dia mengaku, ingin menyaksikan Naysila Mirdad melepas masa lajang mengingat usianya yang tak lagi muda. Maklum, dari empat anak buah pernikahannya dengan Lydia Kandou, hanya Naysila yang belum menikah.


“Harapan saya melihat Nay mendapatkan jodoh terbaik, dunia dan akhirat,” ujarnya seperti dikutip dari Starpro Indonesia, Selasa (12/5/2020). Sejatinya, Naysila berencana menikah dengan Roestiandi Tsamanov pada tahun ini. Namun karena pandemi Corona, dia dan sang kekasih terpaksa menyesuaikan rencana tersebut.


“Saya sih memberikan kepercayaan penuh pada anak-anak untuk menentukan pasangan mereka. Toh kan mereka yang akan menjalani nantinya. Tugas saya, hanya meluruskan kalau ada yang tidak benar nantinya,” katanya. Naysila Mirdad dan Roestiandi Tsamanov diketahui menjalani hubungan beda agama selama 4 tahun terakhir. Namun Jamal Mirdad sang ayah mengungkapkan kemungkinan Nay menjadi mualaf sebelum menikah.




“Insya Allah, (Nay pindah agama). Karena dalam pernikahan kan agama yang paling pokok,” ujar Jamal Mirdad. Lahir dari orangtua berbeda keyakinan, Naysila Mirdad memang dekat dengan dua agama: Islam dan Kristen. Meski mengikuti keyakinan sang ibu, namun aktris 31 tahun itu mengaku turut mempelajari agama Islam.


Isu perpindahan agama Naysila Mirdad sebenarnya sempat berembus pada 2009. Kala itu, fotonya saat mengikuti salat Idul Adha tersebar di Internet. Namun kala itu, dia dengan tegas membantah kabar tersebut.


Dalam penjelasannya kepada awak media, Naysila menegaskan masih memeluk agama Kristen. Keberadaan foto tersebut, menurutnya, hanya sekadar dokumentasi saat terlibat dalam sebuah proyek sinetron.


“Dalam sinetron itu, aku dikisahkan menjadi mualaf dan ingin pesan itu sampai ke penonton. Jadi kalau penonton senang ya aku berhasil,” ujarnya.


sumber : republika.co.id

Semakin Suami Memberi “Uang Lebih” Pada Istri, Maka Akan Semakin Banyak Dan Lancar Rejeki Suami

  


Semakin suami memberi uang lebih kepada istri semakin banyaklah rezeki suami, percaya nggak?




Aku percaya karena aku sudah membuktikannya, Maka jangan heran kalau rezekimu segitu2 aja, semakin banyak kita mengeluarkan rezeki apalagi ke jalan allah. Maka insya allah, allah akan melipat gandakan setiap harta yang kita keluarkan. Pergunakanlah hartamu sebaik mungkin dan berbagilah karena berbagi tak pernah rugi, dengan berbagi kita akan mendapatkan keuntungan yang berlipat lipat, bagi yang enggak percaya silahkan di coba maka kamu akan merasakan hasilnya.

Untuk para suami jangan pelit sama istri ya.. kalau mau rezekimu lancar terus. karena menafkahi anak istri juga salah satu bentuk jihad di jalan Allah. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya apa saja yang engkau nafkahkan dengan maksud mencari keridloan allah, niscaya engkau akan diberi pahala, bahkan juga apa saja yang engkau sediakan. (muttafaq ‘alaih).

Dengan bekerja untuk keluarga yang disandarkan pada niat lillahi ta’ala. serta mencari keridloan-Nya, seseorang akan memperoleh pahala yang tak terhingga.

Diceritakan, suatu ketika saat Rasulullah dan para sahabat sedang duduk bercengkerama, lewat seorang laki-laki yang tampak dari kulitnya bahwa ia seorang pekerja keras.

Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah yang diusahakannya itu dijalan allah?”

Rasulullah menjawab, “apabila bekerja untuk anaknya yang masih kecil, ia berada dijalan allah. Apabila bekerja untuk orangtuanya yang telah renta, ia dijalan allah. Apabila bekerja untuk dirinya sendiri demi terhindar dari perbuatan tercela, ia dijalan allah. Namun jika bekerja karena riya’ dan takabur, ia berada dijalan setan (HR. Tabrani).

Dari Abu Mas’ud. dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda : “Apabila seseorang menaafkahkan harta untuk keperluan keluarganya dan berharap dapat memperoleh pahala, itu akan dicatat sebagai pahala baginya” (muttafaq ‘alaih).

Disisi lain, ada seseorang yang enggan mencari nafkah buat keluarganya, sehingga keluarganya mengalami kesusahan dan terlunta-lunta, maka Rasulullah mengecamnya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:

Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash ra, ia berkata, “Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Seseorang cukup dianggap berdosa apabila ia menyia-nyiakan orang yang harus dinafkahinya’” (HR. Abu Dawud)

Sabda Rasulullah diatas mengecam dengan keras penyelewengan yang dilakukan suami atas anak-istrinya dengan meremehkan tanggung jawab untuk menafkahi keluarga.

Tanggung jawab itu harus dipenuhi seorang kepala keluarga agar mereka tidak sampai merendahkan martabat dirinya.

Tapi kita juga perlu memperhatikan sifat istri yang melancarkan rezeki suami lho.

Ada beberapa keterangan tentang sifat istri yang mendatangkan rezeki bagi suami.

Wanita yang taat pada Allah dan rasul-Nya
Wanita yang taat pada Allah dan Rasul-Nya akan membawa rumah tangga menuju surga, menuju ketentraman.

Rumah tangga yang tentram, nyaman, bahagia adalah rezeki yang sangat berharga. Rumah tangga yang dinahkodai suami yang shalih didampingi istri yang shalihah akan menjadikan rumah tangga itu berkah, menghasilkan anak-anak yang salih atau shalihah, mendapatkan ridha dan rahmat Allah.

Wanita yang taat pada suaminya
Sepanjang perintah suami tidak bertentangan dengan agama, maka istri wajib mentaatinya. Ketaatan seorang istri pada suaminya akan membuat hati suami tenang dan damai dan bisa menjalankan kewajibannya mencari rezeki yang halal untuk keluarga. Akan halnya wanita yang berkarier di luar rumah bisa tetap bekerja sepanjang suaminya mengizinkan dan kewajibannya untuk menjaga diri dengan baik di tempat kerja.

“Laki-laki adalah pemimpin atas wanita karena Allah telah melebihkan sebagian dari mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan dengan sebab sesuatu yang telah mereka (laki-laki) nafkahkan dari harta-hartanya. Maka wanita-wanita yang shalih adalah yang taat lagi memelihara diri di belakang suaminya sebagaimana Allah telah memelihara dirinya,” (Q.S. An Nisa : 34).

Wanita yang melayani suaminya dengan baik
Tugas utama istri adalah menjalankan tugas rumah tangga dengan sebaik-baiknya, melayani suami dengan baik serta mendidik anak-anaknya. Istri yang baik berusaha melayani suaminya dengan baik seperti menyiapkan makanannya, menyiapkan keperluannya, memenuhi kebutuhan biologisnya, menjaga perasaan suaminya jangan sampai suaminya terluka karena sikapnya.

Wanita yang demikian akan menjadi kesayangan suaminya dan bisa menjadi partner yang baik dalam mewujudkan rumah tangga yang sakinah dan menarik hal-hal positif dalam rumah tangganya, termasuk rezeki bagi suaminya.

Wanita yang berhias hanya untuk suaminya
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah,” (H.R. Muslim).

Adalah sifat wanita yang suka bersolek dan berhias, tapi wanita yang shalih hanya berhias dan menampakkan perhiasan untuk suaminya. Wanita yang jika dipandang suaminya selalu menyenangkan dan tahu bagaimana menyenangkan suaminya. Wanita yang bahkan malaikat pun mendo’akannya akan memudahkan rezeki datang padanya.

Jika ditinggal menjaga kehormatan dan harta suami
Saat suami keluar mencari nafkah, istri yang ditinggalkan di rumah harus menjaga kehormatannya, menjaga dirinya dari tamu yang tidak pantas, membatasi keluar rumah jika tidak terlalu penting. Harta suami yang dititipkan padanya dipergunakan pada hal-hal yang bermanfaat dengan seizin suaminya.

Wanita seperti ini memudahkan rezeki masuk ke dalam rumahnya sebagai upah dari ketaatannya kepada Allah dan kesetiaan pada suaminya.

Wanita yang senantiasa meminta ridha suami atasnya
Wanita ini tahu bagaimana menyenangkan hati suaminya. Menjaga sikap dan perilaku agar tidak menyinggung dan melukai perasaan suaminya. Dia selalu berusaha agar suaminya tidak marah padanya. Dia tidak akan pergi tidur dalam keadaan marah atau meninggalkan suaminya dalam keadaan marah sampai memperoleh maafnya. Mengajak suaminya bercanda untuk menceriakan perkawinannya. Berusaha mendidik anak-anaknya dengan baik. Menjaga rahasia perkawinan dari orang lain.

”Maukah kalian kuberitahu istri-istri yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya, dimana jika suaminya marah dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata ” Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha,” (H.R. An Nasai).

Istri seperti ini adalah istri yang dimudahkan rezekinya melalui tangan suaminya karena amalan dan kesetiaan pada suaminya,

Wanita yang menerima pemberian suami dengan ikhlas
Wanita yang tidak pernah mengeluh berapapun rezeki yang dibawa pulang suaminya. Selalu ikhlas menerima dan menghargai apapun yang diberikan suami kepadanya. Banyak disyukuri sedikit pun diterima dengan ikhlas. Wanita seperti ini adalah wanita yang mensyukuri rezekinya.

Allah sudah menjanjikan bahwa jika kita bersyukur Dia akan menambah rezeki kita. Wanita yang bersyukur dan ikhlas rezekinya senantiasa bertambah baik kuantitas maupun keberkahannya yang akan diberi Allah langsung padanya ataupun melalui suaminya.

Wanita yang bisa menjadi partner dalam meraih ridha Allah
Wanita yang menjadikan rumah tangganya sebagai ibadah, pengabdiannya kepada Allah. Bisa menjadi teman diskusi yang berimbang bagi suami. Bisa melakukan koreksi dan menyampaikan dengan lembut kepada suaminya.

Mendengarkan nasihat dan kata-kata suaminya dengan penuh perhatian. Sebelum melaksanakan ibadah sunnah seperti puasa sunnah meminta izin kepada suaminya dan tidak melaksanakan jika tidak diizinkan. Bisa menjadi pendorong dan motivator suami untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Itulah mengapa ada kalimat ” dibalik pria yang sukses ada wanita hebat di belakangnya”. Karena wanita seperti ini adalah rezeki utama suaminya.

Wanita yang tak pernah putus doa untuk suaminya
Wanita yang bersyukur adalah wanita yang menerima semua kehendak Allah padanya tapi tetap berusaha melakukan yang terbaik termasuk dengan mendoakan suami dan anak-anaknya agar sukses dunia akhirat. Wanita ini tidak pernah putus do’a, tapi menjadikannya sebagai rutinitas harian, penghias bibir setelah shalat.

Wanita ini tahu bahwa rezeki suaminya akan ditambah dan diberkahi jika dirinya senantiasa melibatkan Allah pada langkah suaminya melalui doa-doa yang dipanjatkannya setiap hari.

Dan betapa beruntungnya seorang laki-laki jika bisa mendapatkan istri dengan ciri-ciri seperti di atas. Jika pun istri ternyata belum memiliki ciri-ciri seperti di atas adalah tugas suami untuk mendidik istrinya, karena istri adalah tanggung jawab suaminya dan dia akan ditanya di akhirat tentang hal itu. Wallahu a’lam


Semoga Bermanfaat


Sumber: Kabarislami

Kisah Sedih Gadis Kecil Berkaki Kaleng Sarden, Bikin Nangis!

 Maya Mohammad Ali Merhi, gadis kecil asal Suriah berusia 8 tahun hidup tanpa memiliki kaki di kamp pengungsian di provinsi Idlib, Suriah. Ia harus berjalan dengan menggunakan kaki prostetik yang terbuat dari kaleng sarden. Ayahnya juga lahir tanpa kaki karena menderita kondisi yang disebut amputasi kongenital, suatu kondisi yang tidak diketahui penyebabnya. Sayangnya, sang ayah tak mampu membelikan kaki palsu untuk putrinya.


Tidak Mampu Membeli Kaki Palsu Asli, Kaleng Sarden Dijadikan Kaki Palsu – Dia terpaksa membuat kaki palsu dari sepasang kaleng sarden yang berisi kapas dan potongan-potongan kain. Kaki palsu tersebut memungkinkan Maya untuk bergerak di sekitar kamp pengungsian. “Saya memasang beberapa plastik pada dua kaleng ikan sarden yang biasa dia pakai ke sekolah, kata sang ayah kepada Syria Charity, seperti dilansir The Sun.


Dia Tidak Bisa Bermain Bebas Seperti Anak-Anak Lainnya – “Hati saya sedih ketika melihat dia merangkak di depan teman-temannya, sementara mereka bisa bermain dan berlari,” tambahnya. “Ini memang sulit tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali.”




Maya Dan Keluarganya Tinggal Di Kamp Pengungsian – Sang ayah menambahkan kalau ia dan keluarganya sekarang hidup damai di kamp pegungsian. Tapi saya bermimpi suatu saat nanti putri saya bisa berjalan dengan menggunakan kaki palsu yang asli. Menurut Syria Appeal, ada lebih dari 13 juta penduduk Suriah yang membutuhkan bantuan akibat perang yang terjadi di negara tersebut, lima juta di antaranya adalah anak-anak.


Banyak Anak-Anak Korban Perang Suriah Yang Tidak Mendapat Bantuan – Kamp-kamp tempat tinggal para pengungsi kebanyakan tidak memiliki akses ke bantuan kemanusiaan. Di sisi lain, banyak penduduk Suriah yang berusaha melarikan diri ke Turki, Yordania, dan Lebanon.


sumber : grid.id

The Power of Performance Management with BambooHR

  Introduction: Performance management plays a crucial role in organizations, ensuring that employees are engaged, motivated, and aligned wi...