Istri Kedua Ungkap Rindu, Dikenal Sebagai Khadijah-nya Syekh Ali Jaber

 

Istri kedua tulis curhatan pilu di akun twitternya. 


Tak banyak yang tahu, bahwa Deva Rachman adalah sosok istri kedua Syekh Ali Jaber, yang disebut sebagai Khadijah-nya Syekh Ali Jaber. Ini penjelasan dari asisten Syekh Ali, Ustaz Iskandar.


Kesedihan mendalam masih dirasakan istri kedua Syekh Ali Jaber, Deva Rachman atas kepergian sang suami. 


Ia juga sempat menumpahkan curhatan pilunya di akun twitter miliknya. Sebagaimana diketahui, Syekh Ali Jaber wafat pada Kamis, 14 Januari 2021.


Syekh Ali Jaber wafat dan meninggalkan 2 orang istri, yakni Ummu Fahad dan Deva Rachman, serta 4 anak.


Meski begitu, pernikahan Syekh Ali Jaber dengan Deva Rachman ini tidak tersorot publik sejak tahun 2017. 


Namun setelah Syekh Ali Jaber meninggal dunia, akhirnya 3 tahun pernikahan yang Deva Rachman dan Syekh Ali Jaber pun terungkap. 


Pernikahan Syekh Ali Jaber dan Deva Rachman mulanya diungkap sendiri oleh ayah Deva, Prof Arief Rachman.


Ayah Deva Rachman ini menyebut bahwa Syekh Ali Jaber adalah menantunya yang sangat baik. 


"Beliau adalah seorang menantu yang sangat baik, sopan dan menghormati semua anggota keluarga terutama istrinya, yaitu anak saya," tambah Prof Arief Rachman, dikutip dari Youtube Mimot TV.


BACA JUGA

Adik Ungkap Isi Rekening Syekh Ali Jaber, 'Tidak ada satu juta', Ini Alasannya

Pernikahan Disaksikan Sandiaga Uno 

Pengakuan ayah Deva Rachman ini pun kemudian dibenarkan oleh asisten Syekh Ali Jaber, Ustaz Iskandar.


Sang asisten menyebut Syekh Ali Jaber memang telah menikah sebanyak 3 kali. Tiga perempuan yang dinikahinya adalah Umi Nadia, Ummu Fahad dan Deva Rachman.


Namun, pernikahan Syekh Ali Jaber dengan Umi Nadia harus kandas di tahun 2012. Kemudian, Syekh Ali Jaber menikah dengan Ummu Fa'had asal Yaman, pada tahun 2013.


Lalu, pada tahun 2017 Syekh Ali Jaber memutuskan untuk menikah lagi dan mempersunting wanita asal Jakarta bernama Deva Rachman.


Pernikahan Syekh Ali Jaber dan Deva Rachman ini disebut disaksikan oleh Sandiaga Uno, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.


Sandiaga Uno diketahui adalah sepupu dari Deva Rachman. Hal ini dikarenakan, ayah Deva Rachman adalah adik kandung dari Mien Uno, ibu dari Sandiaga Uno.


BACA JUGA

Dahsyatnya Sedekah Shubuh yang Diajarkan Syekh Ali Jaber, Bisa Kabulkan Hajat

Belum Dikaruniai Anak 

Selama 3 tahun pernikahan dengan Deva Rachman, Syekh Ali Jaber belum dikaruniai anak.


Meski begitu, kepergian Syekh Ali Jaber meninggalkan kesedihan mendalam di hati Deva Rachman. 


Melalui, akun Twitter pribadinya, Deva Rachman menuliskan curhatan pilu perasaannya setelah ditinggal suami. Ia juga berharap ingin bertemu dengan Syekh Ali Jaber di Surga kelak. 


"Selamat jalan, sayangku, Syaikhuna Ali Jaber. Sampai ketemu di Jannah, insya Allah, aamin. Ahlul jannah, ahlul quran, alhamdulillah innalillahi wainna ilaihi rojiun," tulis Deva Rachman. 


Selain itu, Deva Rachman juga mengungkapkan rasa rindunya pada Syekh Ali Jaber. Ia juga turut menampilkan foto sang suami.


"Ketika yang tercinta pergi, kemana harus mengucapkan rindu? ke Allah. Takdir itu indah, semua sudah tertulis 50 ribu tahun sebelum bumi ini diciptakan, Jangan terlalu bersedih, karena janji Allah benar. Tiket kita sama, Insya Allah, pasti ketemu lagi, Alhamdulillah," tulis Deva Rachman lagi.


BACA JUGA

Dikenal Dermawan, Ini Sedekah Syekh Ali Jaber untuk Jemaah Sebelum Wafat

Khadijah-nya Syekh Ali Jaber 


Asisten Syekh Ali Jaber, Ustaz Iskandar menyebut Deva Rachman ini memiliki kemiripan peran dengan Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW. 


Ternyata, Deva Rachman adalah sosok yang punya andil besar dalam perjuangan dakwah Syekh Ali Jaber di Tanah Air. 


"Yang satu lagi Ibu Deva Rachman, beliau istilahnya Khadijah-nya Syekh Ali Jaber. MasyaAllah banyak membantu perjuangan dakwah Syekh Ali di Indonesia ini alhamdulillah.


Beliau belum dikaruniai anak dan Syekh Ali sangat mengharapkan untuk bisa memiliki keturunan dari Ibu Deva Rachman. Kadarullah takdirnya Syekh Ali wafat," ujar Ustaz Iskandar.


Deva Rachman adalah putri Prof Arief Rachman, seorang tokoh pendidikan dan mantan rektor Universitas Negeri Jakarta.


Prof Arief Rachman menikah dengan Haryati Suwardi dan dikarunia tiga anak yakni Laila Alia Arief Rachman, Rahadi Arief Rachman dan Deva Arief Rachman.


Deva Rachman ini lahir di Jakarta, 6 Desember 1976, kemudian ia dinikahi Syekh Ali Jaber pada tahun 2017.


Deva Rachman mulanya dikenal sebagai mantan None Jakarta, ia diketahui adalah wanita karir yang sukses dengan berbagai deretan pekerjaan dan juga prestasinya. 


BACA JUGA

Bukan Covid-19, Mertua Ungkap Penyebab Meninggalnya Syekh Ali Jaber

Pendidikan dan Karir Deva Rachman 


Deva adalah lulusan Universitas Indonesia pada tahun 1998 yang mengambil jurusan Social Development and Public Policy.


Deva kemudian melanjutkan pendidikannya di Northwestern University-Kellogg School of Management pada tahun 2007


Tidak hanya pendidikannya yang bagus, karier Deva Rachman juga terbilang sangat gemilang.


Sebelumnya dia pernah bekerja di Intel Indonesia Corporation sebagai Corporate Affairs Director selama 3 tahun. 


Lalu bekerja di industri minyak dan gas juga pernah ia jalankan, yakni ExxonMobil Oil Indonesia, selama 8 tahun.


Banyak posisi yang ia jabat selama periode tersebut, dan terakhir sebagai Development Public and Government Affairs Manager pada tahun 2010.


Dia juga pernah berkarier di Coca-Cola Amatil Indonesia sebagai National Corporate Affairs Manager pada Februari 2010 hingga April 2012.


Pada tahun 2015, Deva sempat menjabat sebagai Head of Corporate Communication Group di Indosat Ooredoo hingga tahun 2018.


Deva resmi meninggalkan jabatan dan perusahaan tersebut pada 31 Agustus 2018, setelah bergabung sejak September 2015.


Sejak tahun 2018 hingga saat ini, Deva Rachman masih bekerja sebagai public sector senior adviser di Prospera, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kemitraan antara Indonesia dan Australia.


Masyaallah, semoga beliau diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini. 

Nenek 107 Tahun Naik Haji, Shalat Tahajud Jadi Rahasia Panjang Umur..

 

Sumiati (107), menjadi salah satu calon haji asal Jombang, Jawa Timur yang dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada 23 Juli mendatang. Meski usianya lebih dari satu abad, nenek empat cucu ini mengaku masih kuat untuk menjalankan ibadah haji. Saat pergi haji nanti, Sumiati akan didampingi oleh anak keduanya. "Alhamdulillah, sehat. Insya Allah kuat (menunaikan haji)," kata Sumiati, saat ditemui Kompas.com di rumahnya, di Dusun Bakalan, Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Senin (15/7/2019).


Saat ditemui di kediamannya, kondisi Sumiati tampak sehat. Dengan umur lebih dari satu abad, suaranya masih terdengar jelas, meski volumenya cukup kecil. Dalam kesempatan itu, Sumiati sedikit mengungkap kebiasaannya selama ini. Salah satunya, rajin shalat tahajud setiap malam. "(Sholat) tahajud sejak umur 30 tahun," tuturnya.


Dalam rombongan pemberangkatan jemaah haji asal Jombang, Sumiati tergabung dalam kloter 53 embarkasi Surabaya. Dia masuk dalam daftar 980 lebih calon jemaah haji asal Jombang yang dipastikan bisa berangkat. Sumiati dinyatakan sehat dan layak untuk berangkat haji, meski pada Minggu lalu, nenek kelahiran 1 Juni 1912 itu sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama selama hari. Menurut Salim Basawad, Kepala Seksi Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jombang, sejauh ini kondisi kesehatan Sumiat masih layak untuk menunaikan ibadah haji. "Berdasarkan rekomendasi Dinas Kesehatan Jombang, Ibu Sumiati dinyatakan sehat dan layak untuk berangkat haji," katanya, saat berkunjung ke kediaman Sumiati.


Berdasarkan data kependudukan, Sumiati lahir di Jombang pada 1 Juni 1912. Dengan usia 107 tahun, Sumiati disebut sebagai calon haji tertua di Jawa Timur pada musim haji 2019. Rencana nenek berusia lebih dari satu abad untuk pergi haji, menarik perhatian sejumlah kalangan. Salah satunya, Bupati Jombang, Mundjidah Wahab yang mengunjungi rumahnya, Senin. "Sejauh ini Ibu Sumiati sehat. Dengan usia seratus lebih, semangatnya masih luar biasa. Insya Allah, (proses ibadah haji) bisa dilaksanakan dengan baik," kata Mundjidah.


Pola Tidur Teratur Tri Kuncorowati (51), anak ketiga dari Sumiati mengungkapkan, selain rajin sholat tahajud, Sumiati memiliki pola tidur yang teratur. Tidur sebelum pukul 22.00, lalu bangun pada pada pukul 02.00 dini hari. Kebiasaan itu, kata Tri Kuncorowati, dilakukan ibunya setiap hari selama puluhan tahun. Bahkan, dalam kondisi sakit atau punya hajatan, pola tidur ibunya tidak pernah berubah. "Ibu, yang paling dijaga itu (pola) tidurnya. Biasanya tidur jam 8 atau 9, pokoknya sebelum jam 10 malam. Lalu bangun jam 2 pagi, terus shalat malam (tahajud)," ungkap Kuncorowati.


Kebiasaan lain dari Sumiati yakni rutin puasa pada setiap hari Senin dan Kamis.  Kuncorowati menambahkan, pola tidur yang sama juga dilakukan nenek dan buyutnya. Sukemi, nenek dari Kuncorowati atau ibu dari Sumiati, meninggal dunia pada usia 103 tahun. Sementara, Sapuah, buyut Kuncorowati atau nenek dari Sumiati, meninggal dunia pada usia 93 tahun. Ketiga perempuan itu, kata Sumiati, memiliki pola tidur yang sama. "Alhamdulillah, ibu, nenek dan buyut saya diberi umur panjang. Dari yang saya tahu, pola tidur yang dijaga," ujar Kuncorowati.


sumber : kompas.com

Ciri-Ciri 1 Bulan Sebelum Kematian Manusia Akan Mengalami Seperti Ini, Tapi Kebanyakan Tak Menyadarinyav

Kematian merupakan hal yang pasti dan akan menghampiri setiap mahluk yang bernyawa. Hal yang tak diketahui anyalah waktu datangnya, karena itu merupakan rahasia Allah SWT. Namun, walaupun kematian tak diketahui datangnya kapan, sebelum kematian itu datang akan ada tanda-tanda yang mungkin dapat kita ketahui. Hanya saja biasanya seseorang tidak dapat menyadarinya.


Ada beberapa tanda, lebih spesifik 40 hari sebelum kematian menjemput, seseorang akn mengalami tanda-tanda seperti dibawah ini:


1. 40 Hari Menuju Kematian – Tanda-tanda kematian ini juga muncul setelah masuk waktu asar, bagian pusat dari tubuh kita akan berdenyut. Itu pertanda bahwa daun yang tertulis nama kita dari pohon yang terletak di Arshy Allah swt. Telah gugur. Lalu malaikat maut mengambil daun tersebut dan segera membuat persiapan diantaranya mulai mengawasi kita setiap saat. Dan sesekali malaikat maut menampakkan dirinya kepada orang yang akan dicabut nyawanya dalam wujud manusia, dan seketika itu pula orang itu akan terasa terkejud dan bingung melihat malaikat maut.


Walaupun malaikat maut wujudnya hanya satu tapi atas izin Allah swt, Dia mampu mencabut nyawa seseorang dalam waktu yang bersamaan.




2. 7 Hari Ketika Kematian Akan Datang Tanda Ini Muncul Setelah Masuk Waktu Asar, Tanda-tanda Kematian Ini Hanya


Diberikan Allah swt Terhadap orang yang diuji Allah dengan Sakit, biasanya orang yang sedang sakit tak berselera makan, tiba-tiba ingin makan. Ini merupakan isyarat dari Allah bahwa kematian memang benar-benar sudah dekat.


3. 3 Hari, Kematian Diambang Pintu


Pada suatu saat akan terasa denyutan di tengah dahi kita, yaitu antara dahi kanan dan dahi kiri. Jika tanda-tanda kematian ini dapat dirasakan maka sebaiknya berpuasalah kita setelah itu.


Supaya perut kita tak mengandung banyak najis, dan ini akan memudahkan orang lain utk memandikan jasad kita.


Setelah itu pula mata hitam kita tak bersinar lagi, dan bagi orang yg sakit, hidungnya perlahan akan masuk ke dalam, ini dapat terlihat jelas kalau dilihat dari sisi tubuh kita. Telinga akan layu dan berangsur-angsur masuk ke dalam.


Tapak kaki tegak berangsur-angsur lurus ke depan dan sukar untuk ditegakkan lagi.


4. Sehari Sebelum Kematian


Tanda-tanda kematian ini juga terjadi setelah waktu ashar, kita akan merasakan denyutan di bagian ubun-ubun, ini menandakan kita sudah tak sempat lagi melihat waktu ashar di keesokan harinya.


5. Tanda Terakhir, Kematian Menghampirimu


Kita akan merasakan sejuk di bagian pusat, lalu turun ke pinggang dan akan terus naik ke bagian halkum.


Pada masa ini hendaknya kita sering beristighfar memohon ampun pada Allah, dan sering-sering membaca syahadat. Menata hati, memfokuskan fikiran kita hanya kepada satu arah yaitu Allah swt.


Dengan demikian semoga dengan sedikit pengetahuan menjelang kematian, kita punya kesiapan untuk menghadapinya.


Namun begitu, semuanya kembali kepada Allah, maka berdoalah agar kita dapat menyadari tanda yang diberikan oleh-Nya supaya siap di Ajal kelak.


Wallahu a’lam.

Masyaallah, Kisah Anak Pedagang Jagung Bakar yang Sukses Jadi Pilot Wanita Pertama TNI AD

 Setiap orang pastinya punya cita-cita yang ingin dicapai dari itu menjadi dokter maupun menjadi pengusaha sukses. Untuk bisa meraih impian tersebut harus didapatkan dengan doa dan kerja keras.


Nah, seperti wanita yang satu ini, Letda CPN (K) Puspita Ladiba berhasil menjadi seorang pilot. Ia pun menjadi pilot wanita di TNI AD.


Namun untuk meraih hal tersebut, tak semudah membalikkan telapak tangan. Diba bisa meraihnya hal tersebut dengan segenap usaha dan kerja keras.


Dilansir dari tniad.mil.id, pilot cantik TNI AD ini lahir pada tanggal 5 Mei 1995 di Muara Teweh, Kalimatan Tengah. Akrab disapa Diba, kini berdomisili di jalan Suka Tangkai, Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara.


Ayahnya bernama Herry Naldi Febri bekerja sebagai supir, dan Ibunya bernama Rika Chari yang bekerja sebagai penjual jagung bakar di jalan STM Medan.


"Orang tua saya sehari-hari bekerja sebagai supir pribadi dan ibu saya bekerja sebagai penjual jagung bakar di dekat rumah saya, maka dari itu gak nyangka bisa dikasih kesempatan," ujarnya dalam video yang dirili TNI AD di Youtube.


Diba awalnya masuk Taruni Akademi Militer setelah melihat dari brosur tentang penerimaan taruni Akmil tahun 2013. Kini ia telah lulu dengan nilai yang memuaskan atau cumlaude tahun pada 2017 lalu.


Hidup Sederhana dan Diberi Kesempatan oleh Angkatan Darat


Dengan penuh kesederhanaan, dengan pengalamannya yang pernah mengikuti Paskibraka memberikan kesempatan besar untuk Diba masuk ke Akmil.


Saat masa sekolah, bahkan Diba tak mempunyai Hp meski teman-teman sebayanya sudah mempunyai alat komunikasi tersebut.


Diba tak pernah meminta kepada orangtuanya untuk membil hp, karena ia sadar dengan kondisi ekonomi keluarganya pada saat itu.


"Saya menyadari dengan keterbatasan kemampuan orang tua. Untuk handphone, Diba gak berani minta orang tua," ujarnya.


Uang saku yang diberikan dari sponsor yang didapatnya dipergunakan untuk membeli Hp, dan sebagian diberikan kepada orangtua.


Sampai suatu saat Angkatan Darat menawarkan dirinya untuk bisa memasuki taruni Akademi Militer.


Ia menjelaskan bagaimana dirinya bisa masuk ke Akmil angkatan taruni pertama.


"Awalnya untuk taruni memang tidak ada, itu usulan dari almarhumah ibu Ani Yudhoyono. Kita direkrut dari anggota paskibraka nasional dan sekolah unggulan," kata Diba.


Menjadi Pilot wanita pertama TNI AD dan Masih Bantu Orang Tua


Meski awalnya dirinya pernah diragukan, kini Diba melanjutkan karier nya untuk menjadi penerbang di TNI AD.


"Banyak yang gak percaya, sampai yang tukang bersih-bersih di Akmil saat saya beritahu tidak percaya. Saya pernah mengobrol dengan petugas kebersihan di Akmil, dan beberapa OB di Akmil," ujar Diba.


Menjadi pilot wanita pertama di angkatan darat adalah kebanggaan tersendiri bagi Diba. Seiring berjalannya waktu, Diba kini sudah mulai bisa membantu ekonomi keluarga.


Walaupun sudah menjadi bagian dari TNI AD, ia masih menyempatkan diri untuk membantu orangtuanya jualan. Bahkan saat liburan atau cuti, ia memilih untuk pulang ke Medan utnuk membantu orang tuanya berjualan.


Meski sudah dibantu, orangtua Diba masih terus berjualan jagung. Dikatakan jika orangtua Diba tidak ingin membebankan sang anak apalagi mereka masih mampu bekerja.

Akibat Istri Goyang Terlalu Kuat Burung Suami Sampai Patah, Kok Bisa ya??

 

BANJARMASINPOST.CO.ID -- Seorang suami harus mengalami sakit luar biasa setelah alat kelaminnya patah.


Akibat dari goyangan istri yang terlalu kuat saat melakukan hubungan intim.


Pria berusia 32 tahun terpaksa dilarikan ke rumah sakit .


Dilansir dari Babab.net , Rumah sakit tersebut dikejutkan dengan kondisi korban.


Jelas ada pembengkakan di tulang belakang, bahkan yang "satu" pun sudah ungu ke ujungnya.


Melihat kondisi korban, rumah sakit terpaksa melakukan operasi.


Syukurnya operasi berjalan seperti yang diharapkan.


Namun para dokter tidak bisa memastikan apakah bagian penting milik korban bisa berfungsi seperti biasa.


Pria yang tidak disebutkan namanya itu ditemukan baru saja menikah dua bulan lalu dengan istrinya yang berusia 23 tahun.


Menurut istrinya pada Jumat malam mereka melakukan hubungan suami istri seperti biasa.


Namun di episode terakhir sang suami mengeluhkan rasa sakit dan rasa sakit dengan alat kelamiannya sudah berwarna hitam.


"Saya memang merasakan suaranya tapi saya tidak mengetahuinya."


"Jadi suami saya menolak pergi ke klinik karena malu."


"Saat berada di puncak, jadi saya tahu ada yang patah," katanya.


Menurut istrinya, suatu hari setelah kejadian tersebut, bagian suaminya membengkak dan suaminya mulai mengeluhkan rasa sakit.

khawatir istrinya memaksa suaminya .


Mereka pun kalu melakukan pemeriksaan di rumah sakit.


Namun, menurut dokter hal semacam ini terjadi karena bagian yang sulit, di mana ereksi penuh mendapat tekanan berlebihan.


Dokter juga menambahkan bahwa kerusakan tersebut memiliki efek buruk di masa depan

meski ditangani oleh dokter profesional.


"Untuk pulih seperti biasa, mungkin pria tersebut harus menunggu keajaiban," katanya. (Tribunsumsel)




Artikel ini telah tayang di Tribunkalteng.com dengan judul Anu Pria Ini Patah Gara-gara Goyangan Hot sang Istri, Dokter Dibuat Geleng-geleng Kepala, https://kalteng.tribunnews.com/2017/08/22/anu-pria-ini-patah-gara-gara-goyangan-hot-sang-istri-dokter-dibuat-geleng-geleng-kepala?page=2.


Editor: Ernawati

Mati-Matian Bertahan Hidup, 3 Bersaudara Yatim Piatu Ini Sampai Kurang Gizi

 

BeritaHits.id - Kisah pilu dialami tiga kakak beradik asal Karangasem, Bali. Ketiga saudara kandung ini harus bertahan hidup tanpa bantuan orang tua yang telah meninggal dunia.


Cerita ini dibagikan oleh Komunitas Peduli Bali (Kopi Bali) yang langsung menjadi viral di Facebook. Banyak warganet yang merasa tersentuh dan ingin membantu kehidupan mereka.


Anak pertama bernama Made Ngemben yang berusia 16 tahun, anak kedua bernama Ketut Pait berusia 13 tahun, dan si bungsu Wayan Dika masih berusia 7 tahun.


Ayah mereka telah meninggal dua tahun yang lalu. Kemudian ibu mereka juga telah tutup usia 9 bulan yang lalu karena sakit.


Baca Juga:

Viral Suara Ketawa Remaja Ini Langka Banget, Warganet Ikut Bengek


Situasi itu membuat ketiga anak yang masih kecil itu harus mati-matian bertahan hidup di perbukitan. Hal itu diperparah dengan kondisi Made sebagai kakak pertama yang sakit epilepsi.


Alhasil, Ketut harus menjalankan tugas orang dewasa untuk kakak dan adiknya. Diantaranya memasak, menyabit rumput, mengerjakan pekerjaan rumah dan menjaga adiknya yang paling kecil.


Kisah Pilu 3 Bersaudara Yatim. (Facebook/Komunitas Peduli Bali)

Tak sampai disitu, Ketut juga terpaksa harus meminta-minta karena di kampung tidak ada pekerjaan yang bisa menghasilkan uang. Akibatnya, ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup saudara-saudaranya.


Semakin pilu, tubuh mereka sampai kurung kekurangan gizi. Sehari-hari mereka hanya bisa memakan nasi dengan sambal bawang.


"Tubuhnya kurus kurang gizi, saat kami temui mereka lagi makan nasi dengan sambal bawang (tanpa cabai)," tulis KoPi Bali di Facebook seperti dikutip dari BeritaHits.Id, Jumat (9/4/2021).


Baca Juga:

Viral Toa Masjid Umumkan Tak Usah Rajin Jumatan, Picu Reaksi Tak Terduga


"Dari pengakuannya, mereka sudah terbiasa makan nasi hanya dengan sambal, bahkan hanya makan nasi putih, Jarang sekali mereka makan sayur atau daging," lanjutnya.


Kondisi rumah mereka juga sudah tidak layak dihuni. Ketiganya hanya bisa tidur berdesak-desakan bertiga dalam satu kasur kapuk.


Kisah Pilu 3 Bersaudara Yatim. (Facebook/Komunitas Peduli Bali)

"Tidur di kasur kapuk yang lebarnya 1 meter di tiduri 2 orang tentu terasa sempit. Apalagi kalau kakaknya Ketut Desi pulang dari meminta-minta, mereka akan tidur bertiga berdesak-desakan di kasur kecil mereka," tulis keterangan di Facebook itu.


"Atap rumahnya sudah bolong disana sini, Saat hujan di malam hari Kadang mereka kehujanan karena tempat tidurnya pas dibawah atapnya yang bolong yang hanya dikasi seng untuk menahan air hujan," lanjutnya.


Cerita itu langsung membuat hati warganet yang membaca ikut teriris. Sebagian memberikan doa dan sebagian lainnya menawarkan bantuan.


"Sangat sedih hati ini baca. Pak jauh mencari rumah adik ini. Jalan kaki maksudnya," ungkap warganet.


"Bisa titip baju T shirt untuk adik-adik ini nanti tak bawa," kata warganet menawarkan.


"Boleh berbagi pakaian layak pakai?," tanya warganet.


"Semoga kebaikan menyertai semua," doa warganet lainnya.

Suami Selingkuh dan Nikahi Pelakornya, Perjuangan Istri Sah Rawat Mertua Bikin Terharu

 

Seorang anak perempuan menceritakan kisah yang dialami oleh keluarganya dalam video singkat Tiktok. Dalam video yang diunggah oleh akun Tiktok @febbynrd diceritakan bahwa sembilan tahun lalu, ayahnya selingkuh dengan mantan kekasihnya saat duduk di bangku SMP.




















Hingga akhirnya sang ayah menikahi wanita perebut laki orang (pelakor) tersebut. Meski disakiti oleh ayahnya dan keluarga ayahnya, namun istri sah tersebut nampak sabar dan ikhlas dengan jalan takdir yang diberi oleh Allah SWT.








Bentuk kesabaran dan keikhlasan tersebut terlihat saat ayah mertuanya sedang sakit keras, ia tetap datang untuk menjenguk sekaligus merawatnya.








"Mamaku masih ikhlas untuk menjenguk dan merawatnya meskipun pernah dihina habis oleh keluarga papa, cacian dan makian juga," tutur si anak menceritakan sosok ibunya.








Meski mengalami hal tidak menyenangkan, sang ibu tetap beritikad baik kepada keluarga mantan suaminya. Ia pun sebagai anak salut dengan kebaikan hati ibunya.








"Mama benar-benar kayak malaikat. Surga untukmu ma," tuturnya.








Ia pun berpesan kepada para lelaki agar selalu menyayangi istri sebagaimana saat mengucap janji di awal pernikahan. Bukan sebaliknya, menyianyiakan kebaikan istrinya.




















Video tersebut viral di Tiktok dan mendapat respons dari para netizen.








"Mamamu hebat orang tulus," kata seorang netizen.








"Gak terasa aku sampai meneteskan air mata. Semoga sehat selalu ya mama nya," timpal yang lain. 








"Jarang ada wanita memiliki hati seluas samudra seperti itu, luar biasa. Semoga selalu berlimpah kebahagiaan untuk ibundamu," tutur yang lainnya.








"Ya Allah surga untuk mamamu. Sayangi mama kamu yang udah banyak berkorban perasaan, masya Allah," kata netizen.








Sumber indozone.id

The Power of Performance Management with BambooHR

  Introduction: Performance management plays a crucial role in organizations, ensuring that employees are engaged, motivated, and aligned wi...